FIRST LOVE
“tOK..tOk.. toK..”
Terdengar beberapa kali pintu rumahku terketuk.
“Tante,windanya ada?”
“oh..Winda? iya ada.. tunggu
bentar ya?”
*
“Wind,bangun! Ada temanmu di
depan.”
“arrrrgghhhh… siapa sih bund?
Masih ngantuk nih! Hooooaammm…,”
Sambil gentoyotan ku bangun dan bergegas ke depan.
(oh Tuhan! Apakah ini benar
dirinya? Benarkah ini dia Tuhan? Benarkah Aga? Aga mantan kekasih yang
sekaligus adalah FIRST LOVE diriku. Tapi,apakah ini dirinya?) tanyaku dlm hati.
Ku tatap dirinya dari ujung kaki hingga ujung kepala.
(Tuhan… mengapa begini? Ada
apa dengannya? Apa dia seorang pemakai narkoba? Atau.. penyakit apa sebenarnya
yang menggerogoti dirinya? Hingga badannya terlihat begitu sangat kurus kini.
Apakah ini benar Aga yang dulu ku kenal? Fisiknya benar-benar sudah berubah).
*
“Cie
elah.. Aga.. Endra.. Tumben kesini? Ada apa nih?
Ku baru
bangun tidur nih,ku tinggal mandi dulu ya?”
“Iya
udah,mandi gih.. Ku tunggu di sini ma
Endra”
balas Aga.
*
“Lama ya
nunggu aku mandi?”
Sambil mengusap-usap rambut basahku.
“Ah,engga
papa kug.. Nyantai aja lagi.”
Jawab Aga.
*
Berjam-jam Aku,Aga dan juga Endra bercerita tentang
masa-masa dahulu,masa-masa SMP lebih tepatnya. Masa dimana Aku dan Aga pernah
berpacaran.
(oh Tuhan.. ternyata dirinya
masih ingat betul tentang hubunganku dulu dengannya. Bahkan akupun sempat
terlupa tentang beberapa kejadian dahulu. Tak ku sangka dirinya ingat akan
semua itu.)
Di sela-sela pembicaraan aku menjadi mengantuk.
“hoooaammm….ngantuk!”
“Aga,Endra..
Pulang gih..! Aku udah ngantuk berat nih.
Udah
malam,ga enak juga ma tetangga.”
Mintaku.
“oh,Jadi
ngusir nih ceritanya? Oke..
Padahalkan
aku masih kangen tau. Secara udah lama ga ketemu gitu”
jawab Aga.
“iya tau..
,Tapi ini khan udah malam Ga.”
Jawabku ketus.
“Udahlah Ga, masih ada lain
waktu. Kasihan Winda,uda ngantuk gitu. Apalagi ini khan juga udah malam. Besok
ada Kuliah juga khan?” sela Endra.
“Iya deh, Pulang dulu ya Nok?”
pamit Aga.
“Oke.. CU” balasku.
*
“Wind,sini
deh.. Bunda mau tanya.”
Seraya menarik kedua tangan ku.
“Kenapa
bund?”
“Itu tadi
temanmu namanya siapa?
Itu Aga ya? Bener Aga bukan?
Temen SMP mu dulu itu ya? Yang sering main kesini.
Bunda coba menginvestigasi.
“Iya bunda.. itu memang Aga.
Kenapa bund?”
“Dia pakai Narkoba ya?
Tanya Bunda kepadaku.
Duarr… Serasa petir baru menyerang tubuhku. Lidahku
kaku.. Bingungg mau menjawab apa.
“Gaglah bund.. mana mungkin
Aga seperti itu. Bunda khan tahu sendiri Aga itu seperti apa?
Baik,Sopan,Santun,Pinter.. apalagi ya?? Hemm…
“Hallah.. itu khan dulu.
Beberapa tahun yang lalu. 4tahun itu cukup buat merubah diri seseorang Wind.
Bunda sih Cuma minta kamu jeli saja, inget
sayang.. kamu jangan sampai buat kesalahan lagi lho ya?
Masalahmu dengan si RYAN
kemarin saja sudah cukup menyita tenaga Ayah dan Bunda. Dan termasuk diri kamu
sendiri juga khan?”
Bunda mencoba mengingatkanku…
*
17.30 Rumah Endra
“Aga..
sini deh!
Aku mau
tanya sesuatu, dan Aku ingin kamu jujur!”
“Tanya
apa sih bhi ? (bhi=chabhie)
“Kamu..
ngeDRUGS?”
Tanyaku penasaran.
“hah??
Apaan sih bhi.. Gaglah..”
“Jujur
Ga.. Jujur padaku..”
Mintaku sedikit memaksa.
Fiiiuuuhhfftt…
,,
Aga menghela nafas panjang seraya berkata,
“I..iya..,
Aku memang make. Lantas kenapa? Apa itu masalah buatmu?”
Saat itu juga,jantungku serasa berhenti berdetak…
pengakuannya itu,sungguh tak terbayangkan olehku.
(Astagfirullah Tuhan..,,
Ternyata dugaanku slama ini benar adanya.. begitu pula Bunda.)
“Kug.. kug bisa?
Ku dorong ringan dirinya, karena aku sedikit tak terima.
“Maaf bhi.. Waktu itu Aku main ke __tut__ (menyebutkan
nama tempat), ada seorang teman nawarin. Berhubung waktu
itu aku lagi pusing, stress berat dengan berbagai masalahku. Aku ambil saja dan
mencobanya.
Serasa mimpi.. Aku di bawa
terbang..
Segala masalah hilang… “
(oh Tuhan.., betapa menyesalnya
diriku. Tak ku sangka ternyata dirinya lebih rapuh dariku Tuhan.. “Maafkan aku Ga,karena telah menghilang slama
ini”)
“Truss..
slama itu,cewe kamu kemana aja?
Kamu
nyampe gag ke urus gitu”
Ego ku sedikit keluar.
“Waktu itu khan masih SMA
bhi.. tepatnya saat aku masih duduk di bangku klas 1 SMA. Lah sedang pacarku
itu kakak kelas.. jadi saat itu dia lagi sibuk-sibuknya buat persiapin UJIAN
NASIONAL. Aku gag mau ganggu konsentrasi dia.”
“Truss.. sekarang kamu masih
make ga?”
Aku mencoba sedikit menginvestigasi.
“Udah
engga kug. Bener!
Arthur
yang membantuku buat sembuh. Sekarang aku sudah bersih bhi. Bener!!!”
Aga mencoba menyakinkan aku.
*
20.00 di RUMAH ku
Aga masih juga menyembunyikan permasalahan nya. Endra
sedikit mengerti permasalahanya tapi tidak denganku.
Aku tidak mengerti tentang dirinya dan permasalahanya…
(Tuhan..
Andai saja ku dapat menolongnya…
Sedang untuk mencari jalan
keluar dari segala permasalahanku saja,aku sudah cukup pusing di buatnya.)
HADUH..HADUH..
Now, Aga menghilang.. ga tau berada dimana dia sekarang..
Ku hanya berdoa,agar Tuhan slalu menyertainya.. dimanapun
dia berada.
To:Aga.
Yakin pada dirimu sendiri Ga..
Jika kamu merasa itu mungkin.. Yakinlah jika itu mmg
mungkin..
Aku yakin kamu dapat merubah segala sesuatunya menjadi
lebih baik.
NB = Nama tokoh
menggunakan nama samaran.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar