Rabu, 13 Januari 2010

"Making in Love "


“Making in love”.. kalimat ini sesalu saja mengusik fikiran ku. Sudah ku coba untuk dapat memahami,tetapi tetap saja.. “aku tidak mengerti”. Sempat terlintas untuk mencoba,tetapi aku tidak cukup berani untuk itu. Walaupun aku tahu dengan pasti ada beberapa teman yang pernah melakukanya (bahkan dapat di bilang sering) mengatakan bahwa itu asyik. Aku masih saja tidak percaya. Bukan..bukan tidak percaya,, tidak cukup berani lebih tepatnya.

Sejenak.. ku mulai bertanya-tanya,sakitkah itu ? lalu apa yang membuat mereka berbuat seperti itu? apakah karena cinta ? benarkah cinta harus di utarakan dengan itu (making in love) ? tidakkah ada jalan lain selain itu?
Pertanyaan demi pertanyaan muncul satu persatu di otak ku..
Dan,semakin aku berfikir keras untuk itu. Aku semakin tidak mengerti.
Ku ingin mengerti,tapi tetap saja tak ku mengerti.

Lalu.. Apa sih definisi dari “dewasa” itu?
Benarkah seseorang yang menganggap bahwa dirinya itu “dewasa” benar-benar dewasa?
Benarkah semua orang yang sudah “dewasa” pernah melakukan hubungan seperti itu?
Entahlah.. Tapi aku tidak setuju dengan itu.
Menurut ku,se”dewasa” apa seseorang itu..PASTI..mempunyai sisi kekanak-kanakan masing-masing.
Bagiku definisi dari “dewasa” itu.. Tahu apa yang mesti dilakukan. Dapat membedakan mana yang boleh di lakukan dan mana yang tidak boleh di lakukan.
Karena semua hal di dunia ini mempunyai batasan-batasan tersendiri.
Tetapi,tidak menutup kemungkinan juga kalau akhirnya aku terpengaruh.. Karena aku tidak tahu apa aku ini sudah “dewasa” dan dapat di bilang “dewasa”. Hanya orang lain yang mampu melihatnya..
 

4 komentar:

Anonim mengatakan...

making love kii enag eo ..
jajal tow kn enag . :P

AUTOCONCEPT mengatakan...

Bakat jd penulis novel.....

wen mengatakan...

Kamu orang yang sangat ingin tahu. Tunggu semua indah pada waktunya.

Awang mengatakan...

Virgin adalah harga peling berharga wanita, dan harta tersebut hanya diberikan kepada orang yang Tuhan ciptakan untuk kita.
jaga harta itu sampai pada waktunya win